Untuk Warga

Memahami kualitas udara di sekitar kita

Penjelasan sederhana tentang PM2.5, PM10, dan apa yang bisa dilakukan warga saat kualitas udara memburuk.

Apa itu PM2.5 dan PM10?

PM2.5

Partikel debu halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer — sekitar 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia. Karena sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru bagian dalam, bahkan terserap ke aliran darah.

PM10

Partikel debu berukuran kurang dari 10 mikrometer, mencakup debu, serbuk, dan abu pembakaran. Umumnya tertahan di saluran pernapasan atas, namun tetap dapat memicu gangguan pada saluran napas apabila konsentrasinya tinggi dan terhirup dalam waktu lama.

Dampak Kesehatan Partikulat

Paparan partikulat dalam konsentrasi tinggi, terutama dalam jangka panjang, berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:

Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta batuk atau sesak napas ringan.
Memperberat kondisi asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.
Paparan jangka panjang berkaitan dengan gangguan fungsi paru-paru dan penyakit kardiovaskular.

Baku Mutu Udara Indonesia

Dashboard ini mengacu pada baku mutu udara ambien nasional sebagaimana diatur dalam PP RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

ParameterBaikSedangTidak Sehat
PM2.5 (µg/m³)≤ 1516–55> 55
PM10 (µg/m³)≤ 5051–75> 75

Arti Status pada Dashboard

Baik Udara aman untuk seluruh aktivitas luar ruangan, termasuk bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Sedang Udara masih dapat diterima, namun kelompok sensitif sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan yang berkepanjangan.
Tidak Sehat Seluruh warga disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker bila harus beraktivitas di luar.

Langkah yang Dapat Dilakukan Warga

Saat status Sedang

Kurangi aktivitas fisik berat di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma/PPOK. Pantau kembali dashboard secara berkala.

Saat status Tidak Sehat

Batasi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker (idealnya masker dengan filtrasi partikel) bila harus keluar, tutup ventilasi yang mengarah langsung ke luar, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak napas atau iritasi berat.

Terhubung lewat Telegram

Bergabung dengan grup Telegram komunitas warga agar menerima notifikasi otomatis setiap kali kualitas udara memasuki kategori Tidak Sehat.